Sejarah DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) RI

Sejarah Terbentuknya Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
Sejarah terbentuknya DPR RI secara garis besar dapat dibagi menjadi tiga periode:

Dalam perjalanan sejarah Indonesia, terutama dalam proses sebagai sebuah negara 'sungguhan'. Tentunya harus ada perangkat negara yang jelas. Mulai dari lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Dalam bahasan kali ini, kita akan mencoba membahas bepergian dari lembaga legislatif berdasarkan mulai Zaman Belanda hingga kini .

  1. Volksraad
  2. Masa perjuangan Kemerdekaan
  3. Dibentuknya Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP)

Voolksraad.

Ketika masa 1910-1920, di Hindia-Belanda sedang mabok organisasi. Beragam organisasi timbul, Organisasi kedaerahan, nasionalis, sosialis, agamis, & masih poly lagi,

Pembukaan Volksraad  oleh Gubernur Jenderal Van Limburg.

Wikipedia

Seperti yang kita memahami, bahwa kurang lebih 1910-1920, keadaan Eropa sedang panas. Puncaknya ketika 1914-1918, dimana timbul perang besar antar negara pada Eropa, termasuk Belanda.

Akibat Perang Dunia I, arus barang berdasarkan Nusantara ke Eropa relatif terhambat. Dengan begitu, perekonomian Hindia Belanda sebagai lesu. Kesimpulannya, Perang Dunia I merugikan perekonomian Hindia-Belanda. Nah, waktu-saat seperti ini yang coba dimanfaatkan sang kaum nasionalis. Di saat Hindia-Belanda sedang terpuruk, Organisasi-organiasi nasional mulai melobi agar mereka diikut sertakan pada pengambilan keputusan. Usulan ini diterima.

Pada tahun 1916, Gubernur Jenderal Van Limburg Stirum membentuk Volksraad. Pada awalnya, Volksraad tidak diberi hak legislatif oleh Belanda. Volksraad hanya bertugas memberi nasihat pada pemerintah.

Selanjutnya tahun 1918, Anggota Volksraad dilantik oleh Gubernur Jenderal Van Limburg Stirum. Volksraad baru 'benar-benar' bekerja setelah dilantik. Pada awal berdirinya, Volksraad memiliki 38 anggota, 15 di antaranya adalah orang pribumi. Anggota lainnya adalah orangBelanda (Eropa) dan orang timur asing: Tionghoa, Arab dan India. Pada akhir tahun 1920-an mayoritas anggotanya adalah kaum pribumi.

Voolksraad hanya bertugas sebagai penasehat pemerintah. Namun, ketika tahun 1927, akhirnya Voolksraad memiliki kewenangan ko-legislatif bersama Gubernur-Jendral yang ditunjuk oleh Belanda. Karena Gubernur-Jendral memiliki hak veto, kewenangan Voolksraad sangat terbatas. Selain itu, mekanisme keanggotaan Volksraad dipilih melalui pemilihan tidak langsung. Pada tahun1939, hanya 2.000 orang memiliki hak pilih. Dari 2.000 orang ini, sebagian besar adalah orang Belanda dan orang Eropa lainnya.

Selama periode 1927-1941, Volksraad hanya pernah membuat enam undang-undang, dan berdasarkan jumlah ini, hanya tiga yang diterima sang pemerintahan Hindia Belanda.

Masa Penjajahan Jepang

Tanggal 11 Januari 1942 Tentara Jepang pertama kali menginjak bumi Indonesia yaitu mendarat di Tarakan (kalimantan Timur). Hindia Belanda tidak mampu melawan dan menyerah kepada Jepang pada tanggal 8 Maret 1942, dengan demikian Belanda mengakhiri masa penjajahan selama 350 tahun di Indonesia. Pergantian penjajahan dari Belanda kepada Jepang mengakibatkan keberadaan Volksraad secara otomatis tidak diakui lagi.

Kedatangan Jepang awalnya disambut gembira sang rakyat Indonesia. Lantaran impian Indonesia buat lepas berdasarkan penjajahan Belanda telah berhasil diwujudkan. Digadang-gadang akan membawa perubahan, Jepang malah bersikap menjajah sama seperti Belanda, bahkan lebih kejam pada beberapa wilayah.

Pada tahun 1943, Jepang membangun Chuo Sang In (Badan Pertimbangan Pusat). Fungsi Chuo Sang In seperti seperti Volksraad dalam masa awal. Yakni hanya memberi pendapat dan menjawab pertanyaan seputar Indonesia berdasarkan Pemerintah Militer Jepang. Hanya itu saja, nir ada hak legislatif apapun pada tubuh Chuo Sang In. Untuk ketua Chuo Sang In, Jepang mempercayakan pada Ir. Soerkano, lantaran beliau dianggap sebagai tokoh sentral pada perpolitikan Indonesia.

Bulan Agustus 1945, merupakan bulan petaka bagi Jepang. Pasalnya dalam bulan itu, daerah Hiroshima & Nagasaki dibom atom sang Amerika Serikat, pemboman ini membawa efek yg luar biasa hebat. Dan dalam bulan Agustus juga, Uni Soviet menyatakan perang pada Jepang. Dengan begitu, Jepang mau nir mau wajib menyerah. Akhirnya pada lepas 15 Agustus 1945, Jepang menyerah tanpa kondisi kepada sekutu.

Periode KNIP

Sebagai sebuah negara demokrasi yang baru, Indonesia harus mempunyai lembaga legislatif. Maka, dibentuklah sebuah lembaga legislatif yang bernama KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat). Sesuai dengan ketentuan dalam Aturan Peralihan, tanggal 29 Agustus 1945, dibentuk Komite Nasional Indonesia Pusat atau KNIP beranggotakan 137 orang. Komite Nasional Pusat ini diakui sebagai cikal bakal badan Legislatif di Indonesia, dan tanggal pembentukan KNIP yaitu 29 Agustus 1945 diresmikan sebagai hari jadi DPR-RI.

Dalam sidang KNIP yg pertama, disusun lah pimpinan dalam forum tadi:

KNIP kemudian berganti nama sebagai DPR dan Senat Republik Indonesia pada tahun 1950. Pada tahun-tahun berikutnya terjadi perubahan yang signifikan pada fungsinya.

Referensi

[1]http://www.Dewan perwakilan rakyat.Go.Id/mengenai/sejarah-dewan perwakilan rakyat

[2]https://id.Wikipedia.Org/wiki/Volksraad

Bourbon

0 Response to "Sejarah DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) RI"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel