6 Peninggalan Kerajaan Kalingga Berupa Candi, Prasasti Dan Situs Yang Melegenda

Peninggalan Kerajaan Kalingga - Kerajaan Kalingga bisa disebut juga kerajaan Ho-ling. Sebutan ini berasal dari catatan dinasti Tang. Kerajaan ini merupakan sebuah kerajaan yang memiliki corak Hindu-Budha yang berdiri di Jawa Tengah pada kisaran abad ke 6 Masehi. Letak spesifik dari kerajaan ini belum diketahui secara pasti dan diperkirakan berada di suatu lokasi yakni antara kabupaten Jepara dan kabupaten Pekalongan.
Sumber-sumber sejarah dari kerajaan ini sebagian didapat dari catatan dinasti Tang,  tradisi kisah setempat dan naskah cerita Parahyangan yang telah disusun berabad-abad yang dan kemudian pada baris ke 16 menyinggung secara ringkas tentang ratu Shima serta keterkaitanya dengan kerajaan Galuh. Kerajaan ini sendiri pernah dipimpin oleh ratu Shima, yang sangat dikenal karena membuat peraturan siapa saja yang mencuri akan mendapat hukuman potong tangan.
Seperti halnya kerajaan lain, kerajaan ini juga memiliki peninggalan sejarah yang tentu tidak kalah menariknya untuk kita pelajari dan ketahui bersama. Untuk itu Abang Nji memberikan informasi tentang kerajaan Kalingga yaitu 6 Peninggalan Kerajaan Kalingga  Berupa Candi Dan Prasasti Yang Melegenda.
1. Candi Angin
Sumber: @halojepara via Instagram
Candi Angin adalah salah satu peninggalan kerajaan Kalingga yang pertama kali ditemukan di kec. Keling, Kab. Jepara, Jawa Tengah atau yang lebih tepatnya berada di desa Tempur. Dengan ketinggian candi yang berada di atas ketinggian kurang lebih 1.200 MDPL, membuat candi ini sedikit dikunjungi oleh masyarakat.

Pemberian nama candi Angin sendiri dikarekan candi ini berdiri kokoh di daerah yang cukup tinggi, walaupun terpaan angin begitu kencang, candi ini tidak rubuh dan berdiri kokoh. Candi ini sendiri menyimpan teka-teki yang belum terselesaikan hingga saat ini zaman kapan didirikan dan siapa yang mendirikannya. Berdasarkan kepercayaan masyarakat setempat candi ini sendiri dibangun sebagai tempat menyembah dewa angin yang dikenal dengan dewa bayu.

Berdasarkan penelitian para ahli candi Angin dibangun sebelum masa berdirinya candi Borobudur. Tidak dijumpainya ornamen-ornamen Hindu-Budha menjadikan candi ini diperkirakan dibuat atau dibangun sebelum kebudayaan Hindu-Budha bercampur dengan kebudayaan asli masyarakat Jawa saat itu. Tidak seperti candi-candi lainnya, candi angin memiliki bentuk yang berbeda dan terkesa unik. Berbentuk hanya berupa tumpukan-tumpukan batu andesit yang kemudian dikonstruksi berundak-undak.

2. Candi Bubrah
Sumber: inibaru.id
Candi Bubrah juga termasuk peninggalan kerajaan Kalingga yang bersejarah. Candi ini terletak di kec. Tempur, kab. Jepara yang lebih tepatnya terletak di desa Tempur. Candi bubrah juga bisa dikatakan sebagai gapura, yakni gapura menuju candi Angin tentunya dengan jarak berkisar 500 meter. Sesuai dengan namanya candi Bubrah adalah suatu bangunan yang bentuknya setengah jadi ataupun belum sempurna secara keseluruhan.

Diperkirakan berdirinya candi Bubrah dikarenakan Resi Wigoyotoso berkunjung ke desa Tempur lalu mendirikan candi. Berdasarkan mitosnya candi ini terbentuk sendiri dengan adanya kejadian batu yang datang sendiri dan membentuk sendiri sebuah bangunan. Hal ini hampir sama dengan kisah candi prambanan yang konon katanya melibatkan makhluk gaib dalam proses pembuatannya.

Sama halnya dengan candi Angin didirikannya candi ini besar kemungkinan sebelum didirikannya candi Borobudur yakni dengan cara melihat bentuk serta bahan bangunan candi. Dari susunan batunya juga diprediksi bahwa susunan seperti itu merupakan buatan manusia pada zaman dahulu.

3. Prasasti Sojomerto
Sumber: situsbudaya.id
Prasasti Sojomerto juga termasuk ke dalam peninggalan kerajaan Kalingga yang diperkirakan dibuat pada akhir abad ke 7 Masehi ataupun awal abad ke 8. Prasasti ini pertama kali ditemukan di daerah kec. Reban, kab. Batang, Jawa Tengah. Pemberian nama prasasti Sojomerto dikarenakan prasasti ini ditemukan tepat pada dusun Sojomerto dan kemudian nama tersebut tetap digunakan hingga saat ini.

Prasasti Sojomerto sendiri menggunakan bahasa Melayu Kuno serta ditulis dengan huruf Kawi yang terdiri dari 11 baris yang sebagiannya telah rusak akibat dimakan usia. Prasasti ini terbuat dari bahan batu Andesit dengan panjang 43 cm, lebar 7 cm serta tinggi 78 cm.

Isi prasasti ini mengisahkan tentang kondisi keluarga kerajaan Kalingga. Salah satu tokoh utama dari keluarga kerajaan Kalingga adalah Dapunta Salendra yang ayahnya bernama Santanu dan Ibunya bernama Bhadrawati. Selain itu,  Dapunta Salendra juga memiliki istri yang bernama Sampula.

Berdasarkan pendapat Prof. Drs. Boechari seorang ahli epigrafi menyatakan bahwasanya tokoh yang bernama Dapunta Salendra adalah cikal bakal atau nenek moyangnya raja-raja keturunan Wangsa Sailendra yang menguasai kerajaan Mataram Kuno.

4. Prasasti Tukmas
Sumber: @hangno.hartono via Instagram
Prasasti Tukmas pertama kali ditemukan di kec. Grabak, Kab. Magelang, Jawa Tengah. Prasasti ini menggunakan bahasa Sanskerta serta ditulis dengan huruf Pallawa yang lengkap dengan adanya pahatan gambar. Bentuk aksara pada prasasti ini lebih muda dibandingkan dengan aksara masa Purnawarman serta diperkirakan berasal dari abad ke 6 hingga ke 7 Masehi.

Isi dari prasasti Tukmas sendiri mengisahkan cerita tentang adanya sungai yang berada di lereng Gunung Merapi dengan air yang jernih sama seperti aliran sungai Gangga yang ada di India. Selain itu, juga terdapat gambar-gambar yang termuat di prasasti seperti gambar kendi, kapak, bunga tunjung, sangkha dan trisula. Dengan adanya gambar tersebut semakin menegaskan bahwa kerajaan Kalingga mempunyai hubungan yang erat dengan budaya Hindu.

5. Prasasti Upit
Sumber: coolkason.blogspot.com
Prasasti Upit pertama kali ditemukan di kec. Ngawen, kab. Klaten yang lebih tepatnya di desa Ngawen. Isi dari prasasti ini mengisahkan tentang adanya sebuah perkampungan yang dikenal dengan nama kampung Upit yang memiliki keistimewaan. Keistimewaa dari kampung ini yakni termasuk ke dalam daerah perdikan/bebas pajak yang dianugerahi oleh ratu Shima, yakni ratu yang menguasai kerajaan Kalingga pada saat itu.

6. Situs Puncak Songolikur
Situs ini juga merupakan peninggalan sejarah dari kerajaan Kalingga yang terletak di puncak Rahtawu, gunung Muria. Di situs tersebut terdapat empat arca batu yaitu arca Narada, Wisnu, Togog dan Batara Guru. Sampai saat ini belum ada yang bisa memastikan bagaimana ke empat arca tersebut di bawa ke puncak Rahwatu mengingat beratnya medan menuju ke puncak.

Itulah 6 Peninggalan Kerajaan Kalingga  Berupa Candi, Prasasti Dan Situs Yang Melegenda yang dapat Abang Nji informasikan kepada sahabat kalian. Semoga dengan adanya artikel ini dapat menambah wawasan kita tentang kerajaan-kerajaan yang pernah berdiri di Indonesia.

Semoga bermanfaat. 

2 Responses to "6 Peninggalan Kerajaan Kalingga Berupa Candi, Prasasti Dan Situs Yang Melegenda "

  1. When playing poker on the web, since you don't see the individual and the methods for conveying is through composing this can be a tremendous bit of leeway or drawback. poker online uang asli gratis

    ReplyDelete
  2. Out in CA we have lots of Indian Casinos offering deals on meals, and gambling fun, even though in CA gambling is not allowed, but these are on Indian Property of course, which is common throughout the US.토토사이트

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel